Sunday, November 28, 2021
HomePolitikBisnisHuawei Tegaskan Kembali Dukungan Business Forum 2021 di Indonesia-China

Huawei Tegaskan Kembali Dukungan Business Forum 2021 di Indonesia-China

- Advertisement -

Jakarta. Perusahaan teknologi China Huawei menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung Indonesia pada forum bisnis bilateral baru-baru ini, perusahaan mempublikasikan dalam sebuah pernyataan.

Tahun ini, Indonesia dan China merayakan hari jadi ke-71 hubungan diplomatik mereka. Sejak perjanjian kemitraan strategis yang komprehensif pada tahun 2013, kedua negara telah menikmati hubungan ekonomi yang lebih erat.

Forum Bisnis Indonesia-China 2021, yang berlangsung pada 19 Oktober, menggarisbawahi pentingnya kerja sama bilateral, karena teknologi digital memainkan peran yang semakin penting dalam memberdayakan pemerintah, ekonomi, dan komunitas bisnis secara keseluruhan.

Forum juga berlangsung secara hybrid di Jakarta dan Beijing secara bersamaan.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Diskusi panel juga melibatkan Senior Advisor Bidang Ekonomi Kementerian Investasi Indra Darmawan, Kepala Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia Donny Hutabarat, dan General Manager Sinovac Biotech Ltd Helen Yang, Regional Manager Representative Huawei Luna Liu. Moderatornya adalah Ketua Kamar Dagang Indonesia di China ( Inacham ) Liky Sutikno.

Untuk menyambut era digital baru, hubungan strategis dengan mitra investasi yang tepat sangat penting. Menurut Luhut, Kesehatan serta lingkungan merupakan beberapa contoh hubungan yang produktif antara Indonesia dengan China.

Sektor teknologi akan mendapat manfaat dari ikatan yang lebih kuat antara kedua negara.” “Penggunaan teknologi dalam semua aspek kehidupan tidak dapat dihindari. Menyadari hal itu, perusahaan lokal bermitra dengan perusahaan China seperti Huawei untuk retrofit knowledge and technology sharing,” kata Luhut.

Djauhari juga memperhatikan mengapa China bisa menjadi salah satu negeri adikuasa dunia dengan menggunakan teknologi. Menurutnya, kisah sukses China perlu menjadi pengetahuan berharga untuk pemerintahan Indonesia dan dunia bisnis.” “Melihat kembali pengalaman China, mereka sangat menekankan kolaborasi di bidang teknologi, terlebih antara pemerintah dan swasta, untuk memajukan inovasi, servis publik, dan aktivitas ekonomi yang bermanfaat untuk semua orang,” kata Djauhari.

“Misalnya, pemerintah daerah mengontrak Huawei untuk membangun pusat data dan proyek kota yang inovatif. Model serupa dapat diterapkan di Indonesia. Pengetahuan ini dapat kita peroleh melalui hubungan erat antara Indonesia dan China baik di tingkat pemerintahan maupun bisnis.”

Berbagi catatan yang sama dengan Luhut dan Djauhari tentang pentingnya kolaborasi dalam teknologi, Luna Liu menyoroti pembangunan manusia sebagai mesin inti penting untuk pertumbuhan.

“Bagi Huawei, talenta adalah sumber daya industri ICT yang paling penting. Ia memainkan peran penting untuk mempersiapkan talenta ICT untuk menjadi pemain ekosistem masa depan,” kata Luna.

“Kerja sama multiple helix, terutama antara industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan utama lainnya, sangat penting untuk menciptakan ekosistem talenta TIK yang kaya yang terbuka, kolaboratif, dan bermanfaat bagi semua dan yang mampu memfasilitasi transformasi digital dan lompatan ke depan,” kata Luna. .

Secara terpisah, VP Public Affairs and Communications Huawei Indonesia, Ken Qi, menegaskan kembali komitmennya kepada Indonesia, di mana Huawei telah beroperasi dan menawarkan kontribusinya selama lebih dari 21 tahun.” pendidikan untuk memindahkan peralihan menuju e-government. Kami berharap solusi TIK yang kami sumbangkan dapat membantu mempromosikan Indonesia sebagai tujuan investasi. Ken mengatakan bahwa solusi ini juga merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami menuju transformasi digital yang komprehensif di Indonesia.

Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Indonesia yang memiliki visi yang jauh ke depan, arah yang jelas, serta sebagai tekad dalam pembangunan manusia untuk mempersiapkan tanah yang subur untuk pertumbuhan. Komitmen Huawei untuk membina 100.000 talenta digital setiap tahunnya hingga 2024 merupakan bukti bahwa bersama-sama kita dapat mencapai visi besar Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi global pada tahun 2030,” tutup Ken.

- Advertisement -
ViaMomo
TranslatorJakarta Globe
RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments